Pendidikan

Teori dan Pengertian Globalisasi, serta Dampaknya di Bidang Sosial Budaya

Teori dan Pengertian Globalisasi, serta Dampaknya di Bidang Sosial Budaya

2013marathon – Seperti di dalam kata global, globalisasi memiliki cakupan yang luas yakni dunia. Begitulah pemaknaan yang dapat diambil mengenai globalisasi yang prosesnya masuk dalam lingkup ruang yang besar dan mendunia. Globalisasi kerap diartikan sebagai sebuah peristiwa yang terjadi di suatu belahan dunia dan dapat disaksikan oleh semua orang di seluruh dunia.
Pengaruhnya pun sangat besar tidak hanya mncakup belahan dunia yang sedang mengalami suatu peristiwa, melainkan seluruh dunia turut merasakannya. Sehingga, globalisasi kerap diartikan sebagai lintas batas yang merujuk pada suatu perubahan, di mana yang mengalami fase perubahan tersebut ialah masyarakat di seluruh dunia. Globalisasi ditandai dengan perkembangan teknologi dan terjadinya pertukaran informasi, barang, dan jasa antar negara.

Tidak hanya perkembangan teknologi komunikasi dan informasi saja, melainkan globalisasi juga merupakan suatu hasil dari dorogan atas keinginan masyarakat dunia untuk dapat mengakses ilmu pengetahuan yang mendalam, kemudahan dan kecepatan dalam layanan transportasi, dan juga kemunculan perusahaan-perusahaan multinasional yang turut memberikan pengaruh secarala global dalam ekonomi nasional.

Keterkaitan dan ketergantungan yang terjadi antar bangsa di seluruh dunia menjadi bagian dari pengertian globalisasi. Hal ini terjadi melalui jalur perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan interaksi lain yang menjadikan antar negara seolah tidak lagi memiliki batas geografis. Contoh yang paling nyata dalam pengaruh globalisasi ialah Piala Dunia.
Informasi dan tayangan pertandingan secara langsung bisa disaksikan melalui perkembangan teknologi yang kian pesat. Semua orang di seluruh dunia ingin menyaksikannya dan sangat ingin tim yang dijagokan mendapat kemenangan. Bahkan akibat perkembangan teknologi, semua orang dapat menyaksikan langsung di lapangan karena mode transportasi lebih modern dan canggih.

Analisis perihal globaisasi tentunya diperkuat oleh beragam teori yang terdiri dari 3 sudut pandang. Teori globalisasi pertama yakni tradisonalis, di mana ateori ini mengungkapkan bahwa globalisasi menjadi sebuah perubahan atas berbagai hal yang terjadi di masa lalu. Selanjutnya, teori yang juga memperkuat analisis mengenai globalisasi yaitu teori globalis. Di mana globalisasi dapat memberikan pengaruh terhadap seluruh masyarakat di dunia.

Teori globalis juga menyebutkan bahwa manusia di seluruh dunia akan lebih memiliki toleransi dan terbuka terhadapa berbagai budaya dari luar. Teori yang terakhir yang juga turut memperkuat pengertian globalisasi ialah teori transformis. Teori ini lebih mengembakan dampak yang diberikan akan globalisasi yang tidak perlu terlalu dikhawatirkan, karena efek dari globalisasi tidak dramatis dan masih dalam batasan normal.

Aspek-aspek yang akan memiliki pengaruh terhadap adanya globalisasi ialah aspek politik, aspek ekonomi, dan juga aspek sosial budaya. Dampak yang sering dialami terutama dalam aspek sosial budaya, di mana globalisasi dapat memberikan sutu dampak, baik itu positif dan juga negatif. Dampak positif globalisasi dalam bidang sosial budaya ialah meningkatnya rasa keingintahuan dan toleransi antar negara akan suatu kebudayaan.

Sehingga, menimbulkan kesetaraan, kemanusian, demokrasi, dan juga sportif. Contohnya, ketika budaya Korea mulai merasuki pemuda dan pemudi Indonesia, dapat memberikan dampak positif di mana pemuda dan pemudi Indonesia ingin lebih menunjukkan kreatifitas, serta bakat yang dimiliki. Sayangnya, globalisasi juga turut memberikan pengaruh negatif di dalam bidang sosial budaya ini.

Kurangnya rasa ingin melestarikan kebudayaan nasional juga turut menjadi dampak negatif akibat masuknya budaya asing. Pemuda dan pemudi Indonesia jadi lebih mencintai budaya luar daripada budaya nasional. Pergaulan pun menjadi lebih bebas, karena mengikuti budaya luar. Pengertian globalisasi seharusnya dapat dinikmati dan tidak seharusnya mengikis kebudayaan yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Referensi:

Wartapoin

Pentingnya Pendidikan Terhadap Anak

Pentingnya Pendidikan Terhadap Anak

2013marathon – Pendidikan merupakan salah satu faktor terpenting bagi kemajuan seorang anak. Anak yang terdidik akan mencerminkan pola pikir dan pola sikap yang terdidik. Sebaliknya, anak yang tidak berpendidikan akan mencerminkan pola pikir dan sikap yang tidak berpendidikan.

Pendidikan yang harus dijalani seorang anak dimulai sejak usia 7 tahun, meliputi sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA). Faktanya saat ini, seiring dengan kemajuan dunia pendidikan di Indonesia, pendidikan anak juga semakin maju.

Dahulu seorang anak yang duduk di bangku sekolah dasar hanya bisa mengenyam pendidikan TK (TK) terlebih dahulu, tujuannya agar ketika masuk sekolah dasar ia tidak akan kaget dengan pelajaran yang akan disampaikan kepadanya. Namun, saat ini ketika seorang anak memasuki sekolah dasar, ia tidak hanya dapat menerima pendidikan taman kanak-kanak, bahkan pendidikan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) kini menjadi alternatif yang sering digunakan oleh orang tua sebelum menyekolahkan anaknya ke taman kanak-kanak; sehingga ketika seorang anak masuk ke sekolah dasar, ia mahir dan terbiasa dengan pelajaran yang diajarkan. Karena ia telah dididik dan dilatih sejak berusia 4 (empat) tahun ketika berada di jenjang PAUD.

Program pemerintah untuk wajib belajar 12 tahun yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di bawah Program Indonesia Pintar (PIP) saat ini sedang berjalan. Faktanya, banyak orang Indonesia telah mengenyam pendidikan dasar, menengah dan menengah; Bahkan Perguruan Tinggi Negeri atau Perguruan Tinggi Swasta (PTN/PTS) telah menjadi pendidikan yang dirasakan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Saat ini, pemerintah menawarkan banyak beasiswa untuk anak-anak yang berprestasi dan juga untuk anak-anak yang tidak memiliki cukup dana untuk pendidikan mereka. Sehingga pendidikan dapat dirasakan oleh masyarakat Indonesia dari berbagai latar belakang.

Tingginya kualitas pendidikan di Indonesia saat ini bukan berarti tidak ada masalah. Ada beberapa jenis masalah yang muncul, antara lain masalah anak yang nilainya tidak memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM), anak yang mengalami keterlambatan proses berpikir atau sering disebut dengan lola (beban panjang), anak yang tidak berdisiplin. sesuai dengan tata tertib sekolah di sekolah, anak yang sering tidak dilibatkan dalam proses belajar mengajar (KBM) di kelas, dan kualitas guru yang rendah atau tidak profesional.

Di antara berbagai masalah yang muncul, jika ditelaah, ada beberapa faktor penyebab terjadinya masalah belajar pada anak. Secara umum faktor penyebab terjadinya masalah belajar ada dua macam, di antaranya adalah:

  • Faktor internal, yaitu hal-hal atau keadaan yang timbul dari dalam diri anak itu sendiri.
  • Faktor eksternal, yaitu hal-hal atau keadaan yang berasal dari luar diri siswa itu sendiri.

Kedua faktor ini mencakup berbagai keadaan seperti:

1. Faktor internal

Faktor internal meliputi kelainan atau gangguan, serta psikofisik anak, yaitu:

a) Bersifat kognitif (hak cipta), seperti rendahnya kemampuan intelektual atau kecerdasan anak;

b) Afektif (pengendalian indera), seperti ketidakstabilan emosi dan sikap;

c) Psikomotor (ruang lingkup yang disengaja), seperti perubahan indera penglihatan dan pendengaran (mata dan telinga).

2. Faktor eksternal

Faktor eksternal meliputi segala kondisi lingkungan yang tidak kondusif bagi kegiatan belajar anak. Faktor lingkungan tersebut antara lain:

a) Lingkungan keluarga, misalnya: kurang harmonisnya hubungan kedua orang tua, dan lemahnya kehidupan ekonomi keluarga;

b) Lingkungan atau masyarakat sekitar, misalnya: lingkungan yang miskin dan kelompok sebaya yang nakal atau memberontak.

c) Lingkungan sekolah, misalnya: kondisi dan letak bangunan sekolah yang kurang baik, seperti kedekatan dengan pasar, kondisi guru dan sarana penunjang sarana pembelajaran yang masih kurang berkualitas.

Sumber:

www.kelaselektronika.com

Pengertian dan Proses Pembentukan Tanah Gambut

Pengertian dan Proses Pembentukan Tanah Gambut

2013marathon – Tanah gambut adalah jenis tanah yang terbentuk dari akumulasi sisa-sisa tanaman setengah busuk; Oleh karena itu, kandungan bahan organiknya tinggi. Tanah yang terbentuk terutama di lahan basah disebut gambut dalam bahasa Inggris; dan rawa di berbagai belahan dunia dikenal dengan berbagai nama seperti rawa, tegalan, muskeg, pocosin, lumpur dan lain-lain. Istilah mob sendiri diserap dari bahasa Banjar setempat.

 

Sebagai bahan organik, gambut dapat digunakan sebagai sumber energi. Total volume gambut di dunia diperkirakan mencapai 4 triliun m³, meliputi luas sekitar 3 juta kilometer persegi, atau sekitar 2% dari permukaan tanah dunia, dan dengan potensi energi sekitar 8 juta terajoule.

 

pembentukan gambut

Gambut terbentuk ketika bagian tanaman terlepas dan menunda dekomposisi, biasanya di tanah berawa, karena keasaman tinggi atau kondisi anaerobik perairan setempat. Tak heran, sebagian besar tanah gambut terdiri dari puing-puing dan sisa-sisa rumput, daun, ranting, kulit kayu, bahkan kayu besar yang belum terurai sempurna.

Terkadang, tanpa adanya oksigen untuk menghambat dekomposisi, ada juga sisa-sisa hewan dan serangga yang mati, yang juga diawetkan di lapisan gambut.

Di dunia biasa disebut gambut bila kandungan bahan organik di dalam tanah melebihi 30%; namun demikian, hutan rawa di Indonesia umumnya memiliki kandungan lebih dari 65% dan kedalaman lebih dari 50 cm. Tanah yang mengandung antara 35 dan 65% bahan organik juga disebut lanau. contoh autobiografi panjang

Lapisan gambut yang ditambahkan dan tingkat dekomposisi (humifikasi) terutama bergantung pada komposisi gambut dan intensitas banjir. Gambut yang terbentuk dalam kondisi yang sangat lembab akan lebih sedikit terurai dan karena itu terakumulasi lebih cepat daripada gambut yang terbentuk di darat.

Properti ini memungkinkan iklim menggunakan gambut sebagai indikator perubahan iklim di masa lalu. Demikian pula dengan menganalisis komposisi gambut, khususnya jenis dan jumlah penyusun bahan organik, para arkeolog dapat merekonstruksi gambaran ekologis pada zaman dahulu.

Dalam kondisi yang tepat, gambut juga merupakan tahap awal pembentukan batubara. Rawa termuda, terbentuk di lintang tinggi pada akhir zaman es terakhir, sekitar 9.000 tahun yang lalu.

Ketebalan gambut terus bertambah dengan kecepatan beberapa milimeter per tahun. Tapi gambut percaya dunia mulai terbentuk tidak kurang dari 360 juta tahun yang lalu; dan sekarang menyimpan sekitar 550 Gt karbon.

 

Proses pembentukan tanah gambut

Gambut terbentuk sebagai hasil dekomposisi anaerobik bahan organik tanaman, laju akumulasi bahan organik lebih tinggi daripada laju dekomposisi. Akumulasi gambut umumnya membentuk rawa gambut di lingkungan jenuh atau tergenang air atau dalam kondisi yang menghambat aktivitas mikroorganisme. Vegetasi yang membentuk gambut umumnya sangat mudah beradaptasi dengan lingkungan anaerobik atau tergenang, seperti bakau, rerumputan rawa, dan hutan air tawar.

 

Di daerah pesisir dan dataran rendah, akumulasi bahan organik akan membentuk gambut umrogenik pada gambut topogenik dengan bentangan kubah. Gambut ombrogen terbentuk dari vegetasi hutan yang bertahan ribuan tahun dengan ketebalan hingga puluhan meter. Gambut terbentuk dari vegetasi rawa yang bergantung sepenuhnya pada pasokan nutrisi dari air hujan dan bukan dari tanah mineral yang mendasari atau infiltrasi air tanah, sehingga membuat tanah miskin nutrisi dan asam.

 

Tahapan proses pembentukan sedimen gambut

Asosiasi Kelautan (Rhizophora)

Asosiasi payau (Avicennia)

Asosiasi Transisi (Conocarpus)

Asosiasi Klimaks (Hutan Tropis)

Laju pembentukan lapisan gambut:

 

Proses pengembangan tanah gambut adalah rawa-rawa, yaitu penebalan lapisan bahan gambut di tanah yang berdrainase buruk dalam kondisi anaerobik.

Laju pembentukan gambut tergantung pada iklim, vegetasi asam, kondisi aerobik dan anaerobik dan aktivitas mikroorganisme.

Di pantai dekat laut, pengaruh garam akan mempercepat pertumbuhan tanah gambut karena proses dekomposisi BO terhambat karena hanya mikroorganisme tahan garam yang aktif.